Bojan Hodak Puji Eliano Reijnders, 'Si Euweuh Kacape' yang Bisa Lari 10 Kilometer Tanpa Lelah
JAKARTA, GENVOICE.ID - Nama Eliano Reijnders tengah jadi buah bibir di kalangan Bobotoh. Pemain muda Persib Bandung asal Belanda itu tampil luar biasa berkat daya jelajahnya yang nyaris tak ada habisnya di setiap laga. Saking aktifnya berlari dan berpindah posisi, para pendukung Persib sampai memberinya julukan khas Sunda: Si Euweuh Kacape, yang berarti "tidak pernah capek."
Dalam beberapa pertandingan terakhir, Eliano menunjukkan fleksibilitas luar biasa. Saat ditempatkan sebagai bek kiri, ia kerap ikut naik membantu serangan dan menekan pertahanan lawan. Begitu juga ketika dimainkan lebih ke depan, Eliano tetap rajin turun untuk membantu lini belakang. Gerakannya yang dinamis membuatnya tampak selalu ada di setiap sisi lapangan.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, tidak menampik peran penting sang pemain muda itu. Ia menyebut kemampuan fisik Eliano yang stabil dan kecepatannya sebagai kunci di balik penampilan impresifnya. "Dia bertubuh ringan, masih muda, dan bisa banyak berlari. Dalam dua laga terakhir, dia menempuh jarak sepuluh kilometer," ujar Bojan saat ditemui di Stadion GBLA sebelum keberangkatan tim ke Bali.
Menurut Bojan, Eliano adalah salah satu rekrutan terbaik Persib musim ini. Selain stamina yang luar biasa, pemain berusia 22 tahun itu juga dikenal selalu tampil dengan semangat tinggi dan sikap positif di mana pun ia dimainkan. "Dia selalu tersenyum, selalu berusaha memberikan yang terbaik. Bagi saya, dia adalah perekrutan terbaik," puji pelatih asal Kroasia itu.
Fleksibilitas menjadi nilai tambah utama Eliano. Ia mampu bermain di berbagai posisi-mulai dari bek sayap, winger, hingga gelandang serang-dan tetap tampil konsisten di setiap peran. "Dia bisa bermain sangat bagus di posisi mana pun," tambah Bojan.
Kehadiran Eliano Reijnders jelas membawa warna baru bagi permainan Persib Bandung musim ini. Dengan energi tanpa habis dan etos kerja tinggi, Si Euweuh Kacape seolah menjadi simbol determinasi dan semangat pantang menyerah Maung Bandung dalam perburuan gelar juara.