Update Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Punya 34 Medali, Tetap di Posisi 13
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kontingen Indonesia kembali menambah koleksi medali pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya yang berlangsung di Jepang. Hingga Kamis (1/10/2026), Merah Putih telah mengumpulkan 34 medali yang terdiri dari 5 emas, 8 perak, dan 21 perunggu serta menempati posisi ke-13 klasemen sementara.
Tambahan medali tersebut membuat Indonesia masih berada di jajaran 15 besar klasemen Asian Games 2026. Sejumlah pertandingan masih berlangsung sehingga perolehan medali dan posisi setiap negara masih dapat berubah hingga berakhirnya kompetisi pada 4 Oktober mendatang.
Indonesia Koleksi 5 Emas, 8 Perak, 21 Perunggu
Dari total 34 medali yang telah diraih, Indonesia mengantongi lima medali emas. Delapan medali lainnya merupakan perak, sedangkan 21 medali sisanya berupa perunggu.
Perolehan emas Indonesia berasal dari sejumlah cabang olahraga, termasuk bulu tangkis, panahan, panjat tebing, dan angkat besi. Bulu tangkis menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan dua emas, satu perak, dan tiga perunggu atau total enam medali.
Sementara itu, panahan dan panjat tebing masing-masing menyumbangkan satu medali emas. Angkat besi juga memberikan kontribusi berupa satu emas dan satu perunggu bagi kontingen Indonesia.
Menembak Tambah Koleksi Medali Indonesia
Salah satu tambahan medali Indonesia datang dari cabang olahraga menembak. Tim beregu putra nomor 25 meter Rapid Fire yang diperkuat Aris Febrianto, Dewa Putu Yadi Suteja, dan Muhammad Fawwaz Aditia Farrel berhasil meraih medali perunggu.
Tim Indonesia mencatat total skor 1.720-36x poin untuk menempati posisi ketiga. Medali tersebut juga menjadi tambahan bagi cabang menembak yang sebelumnya telah menyumbangkan medali bagi Indonesia di Asian Games 2026.
Selain menembak, sejumlah cabang olahraga lain turut memberikan medali bagi Merah Putih. Di antaranya dayung, esports, surfing, teqball, wushu, karate, sepak takraw, cycling mountain bike, mixed martial arts, canoe sprint, cycling BMX racing, dan soft tennis.
Rincian Medali Indonesia Berdasarkan Cabor
Berikut rincian koleksi medali Indonesia berdasarkan cabang olahraga hingga pembaruan 1 Oktober 2026:
- Archery: 1 emas (1 medali)
- Badminton: 2 emas, 1 perak, 3 perunggu (6 medali)
- Sport Climbing: 1 emas (1 medali)
- Weightlifting: 1 emas, 1 perunggu (2 medali)
- Rowing: 2 perak (2 medali)
- Esports: 2 perak (2 medali)
- Shooting: 1 perak, 1 perunggu (2 medali)
- Surfing: 1 perak (1 medali)
- Teqball: 1 perak, 1 perunggu (2 medali)
- Wushu: 5 perunggu (5 medali)
- Karate: 2 perunggu (2 medali)
- Sepak Takraw: 2 perunggu (2 medali)
- Cycling Mountain Bike: 2 perunggu (2 medali)
- Mixed Martial Arts: 1 perunggu (1 medali)
- Canoe Sprint: 1 perunggu (1 medali)
- Cycling BMX Racing: 1 perunggu (1 medali)
- Soft Tennis: 1 perunggu (1 medali)
Jika seluruh perolehan tersebut dijumlahkan, Indonesia telah mengumpulkan lima emas, delapan perak, dan 21 perunggu. Totalnya mencapai 34 medali yang menempatkan Merah Putih di peringkat ke-13 klasemen sementara.
Indonesia Masih di Posisi ke-13
Indonesia berada di posisi ke-13 dengan koleksi lima emas, delapan perak, dan 21 perunggu. Di atas Indonesia terdapat Hong Kong dengan lima emas, 13 perak, dan 19 perunggu, sedangkan Kuwait berada di posisi ke-14 dengan empat emas, satu perak, dan empat perunggu.
Thailand masih menjadi negara Asia Tenggara dengan posisi tertinggi dalam klasemen, diikuti Malaysia dan Indonesia. Thailand mengoleksi 12 emas, 10 perak, dan 13 perunggu, sedangkan Malaysia memiliki enam emas, lima perak, dan 12 perunggu.
China Masih Pimpin Klasemen
Di posisi teratas, China masih menjadi negara dengan perolehan medali terbanyak. Pada pembaruan 1 Oktober siang, China telah mengoleksi 153 emas, 69 perak, dan 60 perunggu atau total 282 medali.
Jepang berada di posisi kedua dengan 52 emas, 77 perak, dan 73 perunggu. Sementara Korea Selatan menempati posisi ketiga dengan 26 emas, 30 perak, dan 50 perunggu berdasarkan pembaruan yang sama.
Asian Games 2026 masih menyisakan sejumlah pertandingan hingga penutupan pada 4 Oktober. Dengan demikian, Indonesia masih memiliki kesempatan untuk menambah koleksi medali sekaligus memperbaiki posisinya di klasemen sementara.