The Reds Tumbang! Victor Osimhen Jadi Bintang Kemenangan Galatasaray atas Liverpool di UCL
JAKARTA, GENVOICE.ID - Malam panas di Istanbul berakhir pahit untuk Liverpool. Sang juara bertahan Premier League itu harus mengakui keunggulan Galatasaray dengan skor 1-0 dalam laga fase grup Liga Champions 2025/26. Gol tunggal tuan rumah dicetak Victor Osimhen lewat eksekusi penalti di babak pertama, sementara pasukan Arne Slot gagal menemukan jalan keluar dari tekanan lawan.
Liverpool datang dengan status favorit, namun penampilan mereka jauh dari meyakinkan. Slot bahkan membuat keputusan mengejutkan dengan menaruh Mohamed Salah di bangku cadangan hingga menit ke-62. Tanpa sang bintang Mesir, lini depan The Reds terlihat tumpul. Jeremie Frimpong yang diplot menggantikan Salah kesulitan menghadapi kecepatan Baris Alper Yilmaz. Hasilnya, pertahanan Liverpool beberapa kali goyah sejak menit awal.
Osimhen, yang baru bergabung musim panas lalu, tampil eksplosif. Selain mencetak gol lewat penalti, striker asal Nigeria itu menciptakan beberapa peluang berbahaya yang hampir memperlebar keunggulan. Sayangnya, penyelesaian akhirnya masih kurang tajam. Meski begitu, kehadirannya terbukti jadi momok bagi lini belakang The Reds yang dikawal Virgil van Dijk dan Ibrahima Konaté.
Galatasaray tampil penuh determinasi. Stadion Rams Park bergetar sejak sebelum kick-off, memberikan atmosfer "neraka" yang membuat Liverpool kerap kehilangan fokus. Tim asuhan Okan Buruk tak hanya mengandalkan serangan cepat, tetapi juga kecerdikan Ilkay Gündogan dan Mario Lemina dalam mengontrol tempo permainan.
Liverpool sebenarnya sempat mendapat harapan di menit ke-89 ketika wasit Clement Turpin memberi hadiah penalti. Namun setelah meninjau VAR, keputusan itu dibatalkan karena Davinson Sánchez dianggap lebih dulu menyentuh bola saat berduel dengan Konaté. Keputusan ini makin memperburuk nasib The Reds yang akhirnya pulang tanpa poin.
Arne Slot mencoba membela timnya dengan menyebut Galatasaray terlalu sering menjatuhkan diri untuk memperlambat tempo. Namun, banyak pihak menilai kekalahan ini lebih disebabkan oleh kesalahan Liverpool sendiri. Mereka terlihat rapuh di lini belakang, kurang kreatif di lini tengah, dan gagal memanfaatkan dominasi 68 persen penguasaan bola menjadi peluang nyata.
Kekalahan ini menjadi pukulan beruntun setelah Liverpool sebelumnya tumbang dari Crystal Palace di Premier League. Meski Van Dijk meminta fans untuk tidak panik, dua hasil negatif dalam empat hari jelas menimbulkan tanda tanya besar terhadap konsistensi tim asuhan Slot.
Bagi Galatasaray, kemenangan ini sangat berarti. Selain memutus tren buruk di Liga Champions, tiga poin ini menjaga asa mereka lolos ke babak berikutnya. Sedangkan bagi Liverpool, perjalanan di Eropa semakin terjal dan membutuhkan respons cepat agar tidak terjerumus lebih dalam.