Elon Musk Putuskan Berhenti Berlangganan Netflix Gara-Gara Komentar Hamish Steele

Genvoice.id | 01 Oct 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Elon Musk kembali jadi sorotan publik. Kali ini bukan karena Tesla atau SpaceX, melainkan keputusannya untuk menghentikan langganan Netflix. Langkah itu ia umumkan lewat X (sebelumnya Twitter) setelah muncul komentar dari sutradara animasi Hamish Steele yang menyinggung komentator konservatif Charlie Kirk.

Hamish Steele, kreator serial animasi DeadEndia, dikenal dengan karya-karya yang berani mengangkat isu-isu sensitif. Saat membicarakan proyek terbarunya di Netflix, ia melontarkan komentar yang dianggap sebagian orang sebagai lelucon kontroversial soal Charlie Kirk, pendiri organisasi konservatif Turning Point USA. Kirk sendiri punya basis pendukung besar di Amerika, sehingga pernyataan Steele cepat menuai reaksi keras.

Bagi Musk, komentar itu jadi batas. "Kalau menurut mereka itu lucu, saya keluar," tulisnya singkat. Pernyataan tersebut langsung viral dan memicu perdebatan sengit di media sosial.

Di satu sisi, para pendukung Musk menilai langkahnya sebagai bentuk perlawanan terhadap "bias politik" di industri hiburan. Namun tak sedikit juga yang menganggap Musk justru berlebihan, karena seni dan komedi memang kerap mendorong batasan wacana publik.

Netflix sendiri tidak secara langsung menanggapi keputusan Musk. Namun, juru bicara perusahaan menekankan bahwa platform ini tetap berkomitmen menghadirkan keragaman cerita dan memberi ruang pada kreator dengan gaya ekspresi yang berbeda-beda. Selama beberapa tahun terakhir, Netflix memang berkali-kali berada di tengah kontroversi, mulai dari spesial komedi Dave Chappelle hingga serial dengan tema sensitif.

Hamish Steele, dalam wawancaranya, menjelaskan bahwa dirinya percaya pada kebebasan berekspresi. "Saya ingin mendorong batasan dan menantang status quo, apalagi di masa ketika banyak suara justru dibungkam," katanya. Bagi Steele, seni harus jadi ruang untuk mengekspresikan ide, meski menimbulkan reaksi keras.

Keputusan Musk menutup akunnya di Netflix mungkin tidak berdampak besar bagi perusahaan secara finansial, tetapi ia punya pengaruh besar di ruang publik. Dengan jutaan pengikut dan statusnya sebagai salah satu pengusaha paling berpengaruh di dunia, setiap langkahnya berpotensi mengguncang percakapan global.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana batas antara hiburan, politik, dan opini personal semakin kabur di era digital. Pertanyaan besarnya: apakah tindakan Musk akan diikuti figur publik lain, atau justru menjadi kontroversi sesaat yang segera dilupakan?

Yang jelas, insiden ini menambah babak baru dalam perdebatan seputar peran selebritas, kreator, dan perusahaan hiburan dalam dinamika politik dan budaya pop saat ini.