xAI Gugat Mantan Karyawan yang Bocorkan Teknologi AI Lebih Canggih dari ChatGPT ke OpenAI!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk, xAI, tengah mengguncang dunia teknologi dengan gugatan hukum terhadap mantan karyawannya yang dituduh mencuri teknologi AI mutakhir dan membocorkannya ke OpenAI, salah satu pesaing terbesar di industri.
Dilansir dari Endgadget, gugatan tersebut menargetkan individu bernama Xuechen Li, yang dituduh mencuri informasi rahasia serta rahasia dagang xAI sebelum bergabung dengan OpenAI.
Dalam berkas resmi yang diajukan ke pengadilan, xAI menyatakan bahwa Li secara sengaja telah menyalin dokumen sensitif dari laptop perusahaan ke perangkat pribadinya. Dokumen tersebut diduga berisi teknologi kecerdasan buatan tingkat lanjut,bahkan diklaim lebih unggul dari ChatGPT dan teknologi AI lain di pasaran saat ini.
"Informasi rahasia ini bisa memberi keunggulan kompetitif besar bagi perusahaan pesaing dan menghemat miliaran dolar dalam riset dan pengembangan," tulis xAI dalam gugatan.
Tak hanya itu, Li juga dituduh berusaha menutupi jejaknya dengan mengganti nama file, mengompres dokumen, serta menghapus riwayat peramban sebelum akhirnya keluar dari xAI.
Lebih mengejutkan lagi, sebelum hengkang ke OpenAI, Li sempat meminta xAI membeli kembali saham miliknya senilai sekitar 7 juta dolar AS,bagian dari paket kompensasi yang ia terima selama bekerja di sana.
Dalam gugatan tersebut, xAI menuntut agar pengadilan mengeluarkan perintah penahanan sementara terhadap Li. Perusahaan meminta Li untuk:
-
Menyerahkan seluruh akses ke perangkat pribadi dan layanan penyimpanan,
-
Mengembalikan seluruh materi rahasia milik perusahaan,
-
Dilarang bekerja di OpenAI atau perusahaan pesaing lainnya untuk sementara waktu hingga penyelidikan selesai.
Kasus ini mencuat di tengah perang talenta besar-besaran antara perusahaan-perusahaan AI papan atas. Beberapa perusahaan diketahui menawarkan kompensasi hingga 250 juta dolar AS untuk membajak peneliti top dari kompetitor.
Sebelumnya, Elon Musk dan xAI juga telah menggugat OpenAI dan Apple, dengan tuduhan melakukan kolusi untuk mempertahankan monopoli di sektor AI.