Rieke Diah Pitaloka Bilang Santai soal Tuntutan Potong Gaji DPR: "Silakan, Enggak Masalah"

Genvoice.id | 01 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Isu pemotongan gaji anggota DPR RI kembali mencuat setelah gelombang demonstrasi yang berlangsung sejak 25 Agustus 2025. Dari sekian banyak suara protes, sorotan publik tertuju pada komentar Rieke Diah Pitaloka, anggota Komisi IX DPR RI, yang akhirnya buka suara terkait tuntutan tersebut.

Rieke, yang selama ini dikenal vokal memperjuangkan isu kesehatan, ketenagakerjaan, dan jaminan sosial, mengaku tidak merasa keberatan jika memang ada keputusan untuk memangkas gaji anggota DPR. "Silakan, kalau buat saya mau dikurangin semua juga enggak masalah. Terserah saja," ucapnya saat ditemui di kawasan Karet Bivak, Jakarta Pusat.

Sebagai informasi, gaji pokok anggota DPR saat ini berkisar sekitar Rp4,2 juta per bulan. Namun, dengan berbagai tunjangan seperti tunjangan jabatan, tunjangan kehormatan, tunjangan komunikasi, hingga dana reses, jumlah penghasilan seorang anggota DPR bisa menembus lebih dari Rp60 juta per bulan. Angka inilah yang kerap menjadi sorotan publik ketika membandingkannya dengan kondisi ekonomi masyarakat.

Rieke menegaskan bahwa kritik dari masyarakat merupakan hal penting dan justru dibutuhkan untuk memperbaiki kinerja DPR. "Terima kasih untuk kritik seluruh rakyat Indonesia. Jangan berhenti mengkritik kami supaya ada perbaikan, tapi juga jangan lupa dikritik supaya lahir kebijakan yang lebih baik. Termasuk, misalnya, payung hukum untuk ojol," lanjutnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi refleksi bahwa anggota legislatif perlu lebih terbuka terhadap aspirasi masyarakat, bukan hanya dalam hal gaji, tetapi juga kebijakan publik yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari.

Selain menanggapi isu gaji, Rieke juga memberi perhatian terhadap tragedi yang menimpa Affan Kurniawan, pengemudi ojek online berusia 21 tahun yang tewas setelah tertabrak tujuh pelaku di tengah kerumunan massa pada 28 Agustus 2025. Ia menegaskan agar kasus ini diusut hingga tuntas. "Statement saya sudah jelas, harus ada pengusutan serius terhadap kematian Affan. Saya juga mendorong agar pendekatan kepolisian tetap persuasif dalam menangani aksi demonstrasi," kata Rieke.

Respon Rieke ini menjadi salah satu suara penting di tengah tuntutan publik yang semakin keras. Di satu sisi, masyarakat meminta transparansi dan keadilan dalam hal gaji wakil rakyat. Di sisi lain, ada harapan agar anggota DPR tetap fokus pada tugas utama mereka: merumuskan kebijakan yang adil, berpihak pada rakyat, dan menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat Indonesia.