Pasar Crypto Lagi Melejit, Ini 5 Aplikasi Crypto Terbaik Buat Investor di Indonesia

Genvoice.id | 01 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, tahun 2025 ini jadi momen yang seru banget buat dunia crypto! Pasalnya, di tengah isu ekonomi yang sedang tidak stabil, harga aset-aset cryptomalah meningkat. Bitcoin (BTC) naik 21.18%, Ethereum (ETH) melesat 28.78%, dan yang paling gokil, total kapitalisasi pasar crypto secara global melonjak hingga 18.91%.

Apalagi, sekarang investor kakap atau institusi makin banyak yang masuk. Berkat ETF Bitcoin, ETF Ethereum, dan yang terbaru ETF Solana, pintu untuk investor besar semakin terbuka lebar. Tercatat, miliaran dolar sudah mengalir masuk, lho!

Buat kita-kita yang ingin ikutan, ini kesempatan emas. Tapi, jangan asal pilih platform, ya. Di Indonesia, pilihan aplikasi crypto itu banyak banget, tapi yang aman dan terpercaya itu sangatlah penting. Agar aset kita aman, kita harus pilih aplikasi yang sudah diawasi Bappebti atau OJK.

Nah, biar kamu tidak bingung, yuk kita bedah lima aplikasi crypto paling hits di Indonesia!

  1. Pluang

Pluang jadi jagoan karena lengkap banget. Bayangin, dalam satu aplikasi kamu bisa investasi crypto, saham Amerika, emas, reksa dana, sampai crypto futures. Dengan 12 juta pengguna, platform ini udah berizin dan diawasi Bappebti serta OJK, jadi aman banget.

Kamu bisa mulai dari Rp10.000 aja. Fiturnya juga canggih, ada take profit dan stop loss untuk yang suka trading, plus bisa kirim terima crypto kapan aja.

  1. Webull

Ini platform global yang cocok buat yang suka analisis mendalam. Webull punya fitur lengkap untuk trading saham, komoditas, dan crypto.

Sayangnya, Webull belum dapat izin resmi dari OJK untuk perdagangan crypto di Indonesia. Jadi, harus hati-hati ya, karena berisiko soal pajak dan perlindungan konsumen.

  1. eToro

eToro ini unik banget karena punya konsep social trading. Kamu bisa lihat dan bahkan meniru trading dari investor lain. Buat yang baru mulai, fitur ini lumayan membantu. Tapi, sama seperti Webull, eToro juga belum punya lisensi dari OJK, jadi risikonya sama.

  1. Robinhood

Platform asal Amerika Serikat ini terkenal karena fiturnya yang canggih dan kemudahan trading. Robinhood juga menyediakan crypto wallet dan staking. Tapi, lagi-lagi, platform ini belum diawasi OJK untuk pasar Indonesia. Jadi, kalau mau pakai, pertimbangkan lagi risikonya ya, gengs.

  1. Binance

Siapa sih yang enggak kenal Binance? Platform ini adalah raksasa di dunia crypto. Pilihan koinnya lebih dari 500 dan fitur tradingnya lengkap banget. Namun, sama seperti platform global lainnya, Binance belum punya izin resmi dari OJK di Indonesia. Transaksi di sini bisa bikin kita pusing soal urusan hukum dan pajak.

Tips Anti-Rugi Pilih Aplikasi Crypto!

Biar tidak salah langkah, ini tips buat kamu:

  1. Cek Izin: Pastikan aplikasinya berizin dan diawasi Bappebti atau OJK.
  2. Cek Biaya: Bandingkan biaya transaksi, deposit, dan penarikan.
  3. Cek Fitur: Pilih yang sesuai dengan gaya investasimu, mau yang simpel atau yang canggih.
  4. Cek Keamanan: Pastikan platformnya punya sistem keamanan yang kuat.

Jadi, bijak-bijak, ya Gen, saat memilih. Pastikan platform yang kamu gunakan sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasimu. Dari kelima aplikasi ini, mana yang paling cocok buat gaya investasimu?