Leclerc Kesal Usai Tabrakan di "F1 Dutch GP", Sindir Antonelli Terlalu Agresif

Genvoice.id | 01 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Charles Leclerc harus mengakhiri balapan di "F1 Dutch GP" lebih cepat dari yang diharapkan setelah terlibat insiden dengan Andrea Kimi Antonelli. Pebalap Ferrari itu menyalahkan Antonelli sepenuhnya atas tabrakan yang membuatnya terhenti di lap ke-53.

Momen krusial terjadi di Tikungan 3, ketika Antonelli yang sedang menekan dari sisi dalam menyenggol ban belakang kiri mobil Leclerc. Kontak itu membuat SF-25 milik Leclerc kehilangan kendali dan menabrak dinding pembatas. Bagi Ferrari, ini menjadi akhir yang pahit di salah satu trek paling menantang musim ini.

Antonelli sendiri sebelumnya sempat kesulitan menyalip Leclerc yang menggunakan ban keras lebih tua. Mercedes kemudian memanggil rookie berusia 19 tahun itu ke pit pada lap 52 untuk mengganti ban lunak. Ferrari mencoba merespons dengan strategi serupa, namun Leclerc yang baru kembali ke lintasan langsung diserang Antonelli. Tak butuh satu putaran penuh, keduanya justru bersenggolan.

"Itu kesalahan Kimi," ujar Leclerc dengan nada kecewa. "Di trek seperti ini memang harus agresif kalau mau menyalip, tapi mungkin kali ini terlalu berlebihan. Dia menyentuh bagian belakang mobilku dan itu akhir dari balapanku."

Antonelli kemudian dijatuhi hukuman penalti 10 detik akibat insiden tersebut, ditambah penalti 5 detik karena melanggar batas kecepatan di pitlane. Hukuman itu membuatnya gagal meraih poin, menambah catatan akhir pekan yang sudah kurang meyakinkan sejak sesi kualifikasi.

Meski kesal, Leclerc tidak serta merta melabeli tindakan itu sebagai "kesalahan rookie". Menurutnya, kecelakaan semacam ini bisa saja dilakukan pebalap baru maupun pebalap berpengalaman. "Saya tidak menyalahkan strateginya. Tim memang memutuskan untuk pit karena khawatir Antonelli bakal menyalip lagi dengan ban baru. Sayangnya, hasilnya justru sebaliknya," jelas Leclerc.

Tabrakan di Zandvoort ini memperpanjang daftar kesulitan Antonelli yang sempat terhambat sejak latihan bebas pertama, ketika mobil Mercedes miliknya masuk ke gravel di Tikungan 9. Walau potensinya besar, tekanan di level Formula 1 terbukti menjadi tantangan tersendiri bagi pebalap muda itu.

Bagi Ferrari, insiden ini juga berdampak pada perburuan poin penting di klasemen konstruktor. Dengan estimasi nilai pasar Ferrari yang mencapai lebih dari Rp110 triliun, setiap poin sangat krusial untuk menjaga daya saing, sponsor, hingga citra tim di mata investor global.

Leclerc menutup komentarnya dengan nada getir, "Apapun strateginya, semua usaha kami berakhir sia-sia gara-gara kecelakaan dengan Kimi."