Viral Isu Pesugihan, Sarwendah Buka Suara Soal Ritual di Gunung Kawi: Cuma Buat Syuting Horor, Bukan Pesugihan
JAKARTA, GENVOICE.ID -Mantan istri Ruben Onsu, Sarwendah, akhirnya memberikan klarifikasi tegas terkait isu yang menyebut dirinya melakukan praktik pesugihan di kawasan Gunung Kawi, Jawa Timur.
Sarwendah meluruskan bahwa kedatangannya ke tempat yang dikenal sarat mistis tersebut semata-mata untuk keperluan proses syuting program konten horor, bukan untuk mencari kekayaan secara instan seperti rumor yang beredar liar di masyarakat.
Ikuti Tradisi Lokal demi Penghormatan
Saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, Sarwendah membenarkan bahwa dirinya memang sempat menjalani serangkaian prosesi atau ritual di Gunung Kawi.
Namun, ia menekankan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap adat istiadat setempat yang wajib dipatuhi oleh para pendatang.
"Ada adat di situ yang harus dilakukan. Harus makan nasi kuning. Melakukan ritual gitu ya. Ritual itu buat menghormati. Kita semua melakukannya, bukan aku doang. Semua tim di situ melakukan, kayak menghormati adat di situ," ungkap Sarwendah.
Prosesi tersebut diikuti oleh seluruh kru produksi yang terlibat guna menjaga kesopanan dan keselamatan selama pengambilan gambar di area keramat tersebut.
Kuncen Gunung Kawi Sudah Berikan Klarifikasi
Sarwendah juga mengungkapkan bahwa juru kunci (kuncen) yang mendampinginya selama di lokasi sebenarnya telah memberikan klarifikasi resmi di media sosial. Kuncen tersebut menegaskan tidak ada praktik pesugihan yang dilakukan oleh sang artis.
Akan tetapi, Sarwendah menyayangkan klarifikasi tersebut kurang mendapat perhatian publik dibandingkan dengan rumor liar yang terlanjur viral.
"Kuncen yang menemani aku sudah ngomong kok di media sosial tidak ada pesugihan sama sekali yang aku lakukan, tapi berita itu sepertinya tidak naik ya. Kalau fakta biasanya susah naik," sindirnya.
Syuting Konten Horor Berbayar di Masa Pandemi
Lebih lanjut, Sarwendah menjelaskan bahwa kegiatan syuting di Gunung Kawi tersebut berlangsung pada masa pandemi Covid-19 lalu. Hasil rekaman dari penelusuran tersebut diunggah sebagai konten horor berbayar secara online.
Ia secara berulang kali membantah tuduhan negatif yang dialamatkan kepadanya dan memastikan bahwa kabar pesugihan tersebut adalah hoaks sepenuhnya.
"Aku ke situ memang buat syuting horor, bukan mau melakukan pesugihan. Berita-berita di luar sana sama sekali tidak benar. Nggak ada pesugihan. 1000 persen nggak ada," tegasnya.
Dengan adanya penjelasan langsung dari Sarwendah beserta pengakuan juru kunci setempat, tuduhan terkait praktik pesugihan di Gunung Kawi dipastikan sama sekali tidak berdasar.
Langkah ritual yang dijalani Sarwendah bersama tim murni merupakan bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal dan tata krama saat memasuki kawasan setempat demi kelancaran proses syuting konten horor.