Ramai Ajakan Boikot Disney+ di Indonesia, Sentimen Publik Disebut Pengaruhi Perilaku Pelanggan

Genvoice.id | 01 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Ajakan untuk menghentikan langganan Disney+ ramai bermunculan di media sosial Indonesia seiring menguatnya sentimen boikot terhadap perusahaan yang dinilai memiliki keterkaitan dengan Israel. Aksi tersebut menjadi bagian dari gerakan yang dilakukan sebagian masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina.

Fenomena ini dinilai menunjukkan bahwa keputusan konsumen dalam menggunakan layanan digital tidak lagi semata-mata didasarkan pada harga atau kualitas konten. Isu sosial, politik, dan kemanusiaan juga turut memengaruhi pilihan masyarakat dalam menentukan layanan yang mereka gunakan.

Disney+ Hotstar sebelumnya sempat mencatat pertumbuhan pelanggan yang signifikan di Indonesia, termasuk setelah menjalin kerja sama dengan IndiHome pada 2021 untuk memperluas akses layanan dan menghadirkan ribuan judul film maupun serial kepada pelanggan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan industri streaming mulai melambat seiring meningkatnya persaingan dan perubahan pola konsumsi masyarakat.

Di tengah kondisi tersebut, munculnya ajakan boikot di media sosial menjadi tantangan tambahan bagi platform streaming dalam mempertahankan basis pelanggannya. Meski demikian, tidak terdapat data resmi yang dipublikasikan Disney mengenai jumlah pelanggan di Indonesia atau besaran penurunan pelanggan yang secara langsung disebabkan oleh aksi boikot.

Pengamat industri menilai sentimen publik dapat memengaruhi loyalitas pelanggan, terutama ketika isu yang berkembang berkaitan dengan nilai-nilai yang dianggap penting oleh masyarakat. Kondisi ini juga mendorong perusahaan digital untuk lebih memperhatikan dinamika opini publik dalam menyusun strategi bisnis dan komunikasi.

Selain faktor sentimen sosial, industri layanan streaming saat ini juga menghadapi tantangan berupa semakin banyaknya pilihan platform hiburan, perubahan kebiasaan menonton, hingga persaingan promosi dan harga. Berbagai faktor tersebut turut memengaruhi tingkat retensi pelanggan di pasar.

Bagi perusahaan penyedia layanan digital, pemanfaatan analisis data dan pemantauan tren percakapan publik menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk memahami perubahan perilaku konsumen. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dalam menyusun strategi pemasaran maupun meningkatkan pengalaman pelanggan.

Fenomena ramainya ajakan boikot Disney+ di Indonesia memperlihatkan bahwa opini publik dapat memberikan dampak terhadap ekosistem industri hiburan digital. Namun, besarnya pengaruh gerakan tersebut terhadap kinerja bisnis perusahaan secara keseluruhan masih memerlukan data resmi dan analisis yang lebih komprehensif.