10 Negara dengan Skor IQ Terendah di Dunia: Indonesia Peringkat Berapa?
JAKARTA, GENVOICE.ID -Hasil laporan International IQ Test (IIT) terbaru yang menghimpun tes daring lebih dari 1,3 juta peserta di berbagai penjuru dunia kembali menyita perhatian publik.
Laporan ini memberikan gambaran mengenai tren kemampuan kognitif global serta memicu diskusi hangat terkait kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) antarnegara. Lantas, negara mana saja yang masuk dalam daftar rata-rata skor IQ terendah, dan di posisi berapa Indonesia berada? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Daftar 10 Negara dengan Rata-Rata Skor IQ Terendah di Dunia
Berdasarkan data IIT yang melibatkan 1.352.763 peserta global, berikut adalah 10 negara yang mencatatkan rata-rata skor IQ paling rendah:
1. Somalia (Skor: 83,84)
Somalia menempati posisi paling bawah dalam laporan ini. Konflik berkepanjangan dan persoalan ekonomi menjadi kendala utama sektor pendidikan di sana. Akses belajar terhambat oleh jarak sekolah yang jauh, minimnya tenaga pengajar, persoalan keamanan, serta keterbatasan tradisi sosial setempat.
2. Timor-Leste (Skor: 86,70)
Meskipun pemerintah Timor-Leste terus melakukan pembenahan, tantangan seperti infrastruktur sekolah yang lapuk, tingginya angka putus sekolah dan tinggal kelas, keragaman bahasa, serta minimnya sarana pendidikan di pelosok pedesaan masih membayangi.
3. Rwanda (Skor: 86,90)
Dikenal cukup berkembang di Afrika Sub-Sahara, Rwanda masih dihadapkan pada kemampuan dasar membaca dan berhitung siswa yang belum optimal. Kendala bahasa pengantar (Inggris) bagi para guru juga membuat metode pengajaran cenderung konvensional.
4. Nikaragua (Skor: 87,85)
Kendati mengalami kemajuan ekonomi, Nikaragua masih bergelut dengan masalah ketimpangan sosial, tingkat kemiskinan yang tinggi, serta dinamika politik yang belum stabil, sehingga memengaruhi pemerataan mutu pendidikan.
5. Angola (Skor: 87,98)
Pertumbuhan jumlah penduduk yang sangat pesat serta investasi sektor pendidikan yang belum memadai memicu rendahnya capaian belajar siswa dan meningkatnya jumlah anak putus sekolah di Angola.
6. Gabon (Skor: 88,35)
Walau berstatus sebagai salah satu negara penghasil minyak terbesar di Afrika, tingkat kesejahteraan di Gabon belum merata. Menurut data World Bank, sekitar sepertiga penduduknya masih hidup di bawah garis kemiskinan.
7. Uganda (Skor: 88,49)
Sensus terbaru menunjukkan peningkatan kemampuan literasi masyarakat. Namun demikian, sebagian besar warga Uganda masih belum menguasai kemampuan membaca dan menulis dasar secara merata.
8. Republik Demokratik Kongo (Skor: 88,60)
Kaya akan sumber daya alam, pembangunan SDM di RD Kongo terhambat oleh konflik internal, ketidakstabilan politik, minimnya sarana infrastruktur, serta jejak panjang eksploitasi masa kolonial.
9. Afghanistan (Skor: 89,31)
Krisis politik, konflik sosial, krisis kemanusiaan, serta bencana alam berturut-turut (banjir dan gempa bumi) memperparah kehancuran sistem dan akses pendidikan bagi warga Afghanistan.
10. Tanzania (Skor: 89,57)
Pemerintah setempat telah memperluas kesempatan belajar, termasuk bagi anak perempuan. Namun, masalah pemerataan kualitas serta masih banyaknya anak yang belum tersentuh pendidikan formal menjadi tantangan utama.
Posisi Indonesia dalam Pemeringkatan Skor IQ Global
Di manakah posisi Indonesia dalam laporan pemeringkatan ini?
-
Versi International IQ Test (IIT): Jika daftar diurutkan dari negara dengan skor IQ terendah, Indonesia berada di peringkat ke-12 terendah di dunia dengan rata-rata skor 89,96, berada sedikit di atas sepuluh negara di posisi terbawah.
-
Versi Pembanding (Data Lynn/Becker): Sebagai perbandingan, studi Lynn/Becker menempatkan Indonesia di peringkat ke-69 dunia dengan rata-rata skor 78,49.
Perbedaan angka ini menunjukkan bahwa perbedaan metode pengumpulan data, pendekatan penelitian, serta karakteristik partisipan tes daring sangat memengaruhi hasil pemeringkatan.
Perlu diingat bahwa hasil pemeringkatan dari tes IQ online ini sebaiknya dipahami sebagai gambaran statistik semata, bukan indikator mutlak untuk mengukur tingkat kecerdasan suatu bangsa secara menyeluruh.
Meskipun demikian, data ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama pentingnya pemerataan fasilitas pendidikan, peningkatan literasi, serta penguatan kualitas SDM di Indonesia agar mampu bersaing secara global.