Apple Akhirnya Serius Garap AI! Siri Baru, Live Translate, dan 7 Perusahaan Diakuisisi Diam-Diam?

Genvoice.id | 01 Aug 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Setelah lama dinilai lambat dalam menyambut era kecerdasan buatan (AI), Apple akhirnya "bangun" dan mengisyaratkan langkah besar! Dalam laporan pendapatan kuartal ketiga yang dirilis Jumat (31/7), CEO Apple Tim Cook menyebut bahwa AI kini menjadi prioritas utama perusahaan.

"Kami melihat AI sebagai salah satu teknologi paling revolusioner dalam kehidupan kita. Seluruh energi kami kini kami kerahkan untuk ini," ujar Tim, dikutip dari TechCrunch, Jumat, (1/8).

Apple kini mengalokasikan ulang sejumlah besar tenaga kerja internal untuk fokus mengembangkan AI, sambil meningkatkan belanja modal secara signifikan, meski tetap mengandalkan model hibrida dengan pihak ketiga agar tidak membebani anggaran secara ekstrem.

Dalam pengakuan mengejutkan, Tim menyebut bahwa Apple telah mengakuisisi 7 perusahaan tahun ini, sebagian besar secara senyap. Meski nilainya tidak besar, akuisisi ini disebut sebagai bagian dari strategi mempercepat roadmap AI Apple.

"Kami bisa saja mengakuisisi satu perusahaan setiap beberapa minggu," kata Tim, mengisyaratkan bahwa Apple siap berbelanja lebih agresif jika diperlukan.

Meski sempat dikritik karena lambat, Apple membela diri dengan prinsip kuat: tidak terburu-buru hanya demi jadi yang pertama. Tim menegaskan bahwa merilis produk belum matang akan merusak kepercayaan pengguna.

Saat ini Apple mengklaim sudah merilis lebih dari 20 fitur Apple Intelligence, termasuk:

  • Visual Intelligence

  • Content cleanup tools

  • AI writing assistant

Beberapa fitur lainnya dijadwalkan meluncur akhir tahun ini, termasuk:

  • Live translation

  • AI-powered fitness companion

  • Siri baru yang jauh lebih cerdas

Ketika ditanya soal masa depan iPhone di tengah munculnya perangkat seperti kacamata AI yang digaungkan CEO Meta Mark Zuckerberg, Tim menjawab tenang namun tegas:

"Sulit membayangkan dunia tanpa iPhone... Perangkat AI akan menjadi pelengkap, bukan pengganti."