Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Sesumbar Spanyol Bisa Juara, Singgung Kekuatan Prancis

Genvoice.id | 01 Jul 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Lamine Yamal datang ke fase gugur Piala Dunia 2026 dengan rasa percaya diri yang tinggi. Winger muda andalan Spanyol itu bahkan sudah memasang target besar, yakni membawa La Roja mengangkat trofi juara dunia.

Di tengah banyaknya prediksi yang menjagokan negara lain seperti Prancis, Yamal justru menilai tidak ada tim yang lebih kuat daripada Spanyol. Baginya, seluruh peserta yang lolos ke babak gugur memiliki peluang yang sama untuk menjadi kampiun.

Optimisme itu muncul meski performa Spanyol sepanjang fase grup belum sepenuhnya memuaskan. Beberapa penampilan La Roja sempat menuai kritik karena dinilai belum menunjukkan permainan terbaik mereka. Namun, Yamal percaya babak knockout adalah cerita yang berbeda.

Spanyol dijadwalkan menghadapi Austria pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Jumat (3/7/2026) dini hari WIB. Jika berhasil lolos, tim asuhan Luis de la Fuente berpotensi bertemu Prancis di semifinal.

Lamine Yamal Tegaskan Prancis Bukan Tim yang Lebih Hebat

Menjelang dimulainya fase gugur, Yamal menepis anggapan bahwa Prancis menjadi tim yang paling difavoritkan meraih gelar juara.

Menurut pemain Barcelona itu, kualitas Les Bleus memang tidak perlu diragukan. Namun, hal tersebut bukan berarti mereka berada di level yang lebih tinggi dibanding Spanyol.

Yamal bahkan mengingatkan bahwa La Roja pernah mengalahkan Prancis pada ajang Euro 2024. Karena itu, ia tidak melihat alasan untuk merasa inferior jika kedua tim nantinya bertemu di Piala Dunia.

"Tidak ada tim yang mustahil dikalahkan. Prancis tidak lebih baik daripada kami, mereka juga belum pernah mengalahkan kami sejak Euro," kata Yamal kepada COPE.

Ia juga menegaskan bahwa sejak awal mengikuti turnamen, dirinya selalu memiliki keyakinan bisa menjadi juara.

"Tidak ada favorit. Tidak ada tim yang berada di atas kami. Setiap kali sebuah turnamen dimulai, saya selalu berpikir bahwa saya akan menjadi juara. Itulah yang ada di pikiran saya sekarang. Saya yakin saya akan memenangkan Piala Dunia," ujar Yamal.

Yakin Juara, Tapi Mengaku Tak Akan Menangis

Selain berbicara soal target Spanyol, Yamal juga mengungkapkan bagaimana reaksinya jika benar-benar berhasil mengangkat trofi Piala Dunia.

Pemain berusia 18 tahun itu mengaku bukan sosok yang mudah larut dalam emosi. Ia mengatakan hanya pernah menangis dalam beberapa momen penting di hidupnya.

"Saya tidak pernah terbawa emosi, saya tidak menangis. Saya pernah menangis ketika mengalami cedera dan ketika melihat ibu saya menangis," kata Yamal.

Bahkan jika nanti sukses membawa Spanyol menjadi juara dunia, Yamal merasa dirinya tetap tidak akan menitikkan air mata.

"Kalau saya memenangkan Piala Dunia, saya tidak akan menangis. Itu tidak mungkin. Saya juga tidak bisa membuat tato karena saya seorang Muslim, dan memang saya juga tidak akan menato siapa pun," ujarnya.

Minta Spanyol Tak Terlena Jelang Babak Gugur

Meski sangat percaya diri, Yamal tetap mengingatkan rekan-rekan setimnya agar tidak cepat puas. Ia mengakui Spanyol masih memiliki banyak ruang untuk meningkatkan performa dibanding penampilan di fase grup.

Menurutnya, hal terpenting saat memasuki sistem gugur adalah meraih kemenangan terlebih dahulu. Setelah itu, kualitas permainan diyakini akan berkembang secara bertahap.

"Orang-orang mengatakan kami bisa bermain lebih baik, tetapi kami fokus untuk tetap tenang, menang lebih dulu, lalu kami akan berkembang," kata Yamal.

"Kami memang bisa tampil lebih baik. Kami jauh lebih bagus daripada permainan yang kami tunjukkan sekarang, tetapi saya ingin menang. Kami harus bermain bagus sekaligus meraih kemenangan. Kami harus tetap percaya diri. Fase grup sudah tidak berarti apa-apa lagi sekarang," tutupnya.

Dengan kepercayaan diri tinggi dari para pemainnya, Spanyol kini bersiap menghadapi Austria pada babak 32 besar. Jika mampu mempertahankan performa dan melewati setiap tantangan, bukan tidak mungkin keyakinan Lamine Yamal untuk membawa La Roja menjadi juara Piala Dunia 2026 benar-benar menjadi kenyataan.