Polres Lombok Timur Terus Selidiki Kematian Pendaki WNA Brazil di Gunung Rinjani
JAKARTA, GENVOICE.ID - Polres Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus meninggalnya Juliana, warga negara Brazil, yang terjatuh di puncak Gunung Rinjani.
Dilansir dari Antara, penyelidikan ini bertujuan mengungkap ada tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.
Kasat Reskrim Lombok Timur AKP I Made Dharma Yulia Putra mengatakan bahwa beberapa saksi telah dimintai keterangan, termasuk pengusaha jasa tracking organizer (TO), pemandu, porter, serta petugas Polisi Kehutanan Sub Sektor Aikmel yang beralamat di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU).
"Kami telah memintai keterangan dari TO berinisial JU, pemandu inisial AM, porter inisial SB dan petugas polisi kehutanan inisial MG," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga menggali keterangan dari orang-orang lain yang ikut dalam rombongan pendakian korban.
Proses identifikasi di tempat kejadian perkara (TKP) juga sudah dilakukan, serta koordinasi dengan tim ahli dari Kedutaan Besar Brazil terus berlanjut.
"Tergantung dari proses penyelidikan yang berjalan apakah akan ada penetapan tersangka," jelas Dharma.
Sementara itu, Kepala SPTN Wilayah II Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Lidya Tesa Vitasari Saputro, mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi standar operasional prosedur (SOP) pendakian di kawasan TNGR pasca kejadian.
"Kami memiliki SOP terkait pendakian, evakuasi, dan penanganan sampah. Namun, akan kami evaluasi ulang untuk melihat kemungkinan adanya kebocoran dari kami maupun pelaku jasa TO," katanya.
Sebelumnya, Tim SAR gabungan menemukan jenazah Juliana (27), pendaki warga Brazil, pada Selasa (24/6) di kedalaman sekitar 600 meter dari jalur pendakian menuju puncak Gunung Rinjani.
Jenazah korban kemudian dipulangkan ke Brazil melalui Bandara Internasional Denpasar Bali setelah autopsi selesai dilakukan.