Nail Art Memang Cantik, Tapi Hati-Hati! Benarkah Paparan Sinar UV Saat Manicure Bisa Picu Kanker?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Siapa yang tidak suka melihat kuku yang berkilau dan berwarna-warni setelah sesi nail art? Prosedur gel polish memang memberikan hasil yang tahan lama dan estetik. Namun, di balik keindahan tersebut, ada satu tahap yang sering luput dari perhatian: penggunaan lampu UV untuk mengeringkan kutek gel.
Belakangan ini, para ahli kesehatan mulai menyoroti risiko paparan sinar ultraviolet (UV) yang berulang pada area tangan. Apakah benar bisa menyebabkan kanker? Mari kita bedah faktanya.
1. Hubungan Sinar UV dan Risiko Kerusakan Sel
Lampu yang digunakan di salon kuku umumnya memancarkan sinar UVA. Berbeda dengan sinar UVB yang membakar kulit, UVA menembus lebih dalam ke lapisan kulit dan dapat merusak DNA serta serat kolagen. Paparan terus-menerus dalam jangka panjang dapat memicu penuaan dini pada tangan (keriput dan bintik hitam) serta meningkatkan risiko kanker kulit non-melanoma.
2. Apa Kata Penelitian Terbaru?
Beberapa studi menunjukkan bahwa sel-sel manusia yang terpapar lampu pengering kutek gel selama 20 menit menunjukkan tanda-tanda kerusakan DNA yang signifikan. Meskipun durasi sekali sesi manicure jauh lebih singkat, akumulasi paparan selama bertahun-tahun bagi mereka yang rutin melakukan nail art (setiap 2-3 minggu) tetap patut diwaspadai.
3. Cara Aman Tetap Cantik dengan 'Nail Art'
Kamu tidak harus berhenti total melakukan nail art, tapi ada langkah preventif yang bisa dilakukan:
-
Gunakan Sunscreen: Oleskan tabir surya spektrum luas (broad-spectrum) pada tangan minimal 20 menit sebelum penyinaran dimulai.
-
Sarung Tangan Anti-UV: Gunakan sarung tangan khusus yang bagian ujung jarinya terbuka. Ini akan melindungi sebagian besar kulit tanganmu dari paparan langsung.
-
Pilih Lampu LED: Jika memungkinkan, carilah salon yang menggunakan lampu LED. Meskipun tetap memancarkan sedikit UV, lampu LED biasanya mengeringkan kutek jauh lebih cepat sehingga durasi paparan berkurang.
-
Beri Jeda: Jangan lakukan gel manicure berturut-turut. Berikan waktu 1-2 minggu bagi kuku dan kulit tangan untuk "bernapas" dan pulih.
4. Perhatikan Kondisi Kuku Asli
Selain risiko sinar UV, penggunaan bahan kimia dan proses pengikiran kuku yang berlebihan bisa membuat kuku asli menjadi tipis dan rapuh. Pastikan teknisi kuku tidak mengikir terlalu dalam dan gunakan minyak kutikula untuk menjaga kelembapan.
Kecantikan seharusnya tidak mengorbankan kesehatan. Dengan melakukan langkah perlindungan yang tepat, kamu tetap bisa menikmati kuku cantik yang trendy sambil meminimalkan risiko jangka panjang bagi kesehatan kulitmu.