Bioskop Full Terus! Ariel NOAH Bikin Fans Rela Terbang Demi Nonton Dilan ITB 1997

Genvoice.id | 01 May 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Film Dilan ITB 1997 yang resmi tayang sejak Kamis (30/4/2026) langsung disambut meriah oleh penonton.

Antusiasme tinggi terlihat di berbagai bioskop, bahkan para pemainnya sampai dibuat takjub!

Ariel NOAH, yang menjadi pemeran utama, mengaku senang melihat respons luar biasa dari masyarakat. Ia bersama Raline Shah dan Niken Anjani bahkan sempat menyapa langsung penonton di beberapa bioskop.

"Sejauh ini seru, kami ke beberapa bioskop dan semuanya ramai," ujar Ariel saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Yang bikin makin menarik, bukan cuma penonton lokal yang datang. Raline Shah mengungkapkan ada penggemar Ariel yang rela datang dari luar kota hingga luar negeri demi menyaksikan film ini di layar lebar.

"Ada Sahabat NOAH dari Malaysia yang khusus datang buat nonton. Mereka memang kompak banget," kata Raline.

Fenomena ini tak lepas dari rasa penasaran publik terhadap Ariel yang untuk pertama kalinya tampil sebagai pemeran utama di film layar lebar. Selama ini dikenal sebagai musisi, kini ia hadir dengan sisi berbeda yang membuat penonton ingin melihat langsung aktingnya.

"Mungkin mereka penasaran karena biasanya lihat saya di panggung, sekarang di film," kata Ariel.

Tak hanya itu, penonton juga memberikan respons positif terhadap akting para pemain lain. Chemistry antara karakter, termasuk Ancika yang diperankan Raline Shah dan peran dari Niken Anjani, disebut-sebut berhasil membuat cerita terasa hangat dan menenangkan.

Film ini pun dinilai cocok untuk semua kalangan. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota, Dilan ITB 1997 hadir sebagai tontonan ringan yang bisa jadi "pelarian" sejenak dari rutinitas.

"Ini feel-good movie. Hidup sudah cukup 'horor', jadi film ini terasa menyenangkan," ujar Niken Anjani.

Kisah Dilan yang Lebih Dewasa dan Penuh Dilema

Berbeda dari kisah sebelumnya, film ini membawa penonton ke fase baru kehidupan Dilan sebagai mahasiswa tingkat akhir di ITB. Ia tidak lagi digambarkan sebagai remaja SMA yang impulsif, melainkan sosok yang lebih tenang, reflektif, dan kritis.

Konflik mulai memanas ketika Ancika hadir dalam hidupnya, sementara bayang-bayang masa lalu bersama Milea kembali muncul. Di saat yang sama, situasi sosial Bandung menjelang Reformasi 1998 ikut memengaruhi perjalanan hidup Dilan.

Ia pun dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan dengan kenangan lama atau melangkah menuju masa depan.

Dengan kombinasi drama, romansa, dan latar sejarah yang kuat, Dilan ITB 1997 berhasil menawarkan pengalaman menonton yang berbeda-ringan, tapi tetap menyentuh.

Tak heran jika bioskop terus dipadati penonton. Pertanyaannya sekarang: sudah siap ikut hanyut dalam kisah Dilan versi dewasa ini?