JAKARTA, GENVOICE.ID- Dalam kondisi tertentu, ibu hamil tetap harus menyetir sendiri untuk menunjang aktivitas. Meski diperbolehkan, ada sejumlah risiko yang tidak bisa dianggap sepele. Karena itu, keamanan dan kenyamanan selama berkendara harus jadi prioritas utama.
Menyetir saat hamil memang memungkinkan, tetapi perlu perhatian ekstra. Dilansir dari laman Honda, berikut empat hal penting yang wajib diperhatikan agar perjalanan tetap aman.
-
Perhatikan usia kehamilan
Saat memasuki trimester ketiga, ukuran perut semakin besar dan risiko benturan juga meningkat. Jika sudah merasa kesulitan duduk atau keluar masuk mobil, sebaiknya hindari menyetir sendiri. Bagi Gen yang mendampingi ibu hamil, fase ini jadi momen penting untuk memberi bantuan ekstra.
-
Tetap gunakan sabuk pengaman dengan posisi yang benar
Ibu hamil tetap wajib memakai sabuk pengaman. Posisikan sabuk bagian atas melewati tengah dada dan samping perut, sedangkan sabuk bagian bawah diletakkan di bawah perut. Jangan sampai sabuk melintang di tengah perut karena bisa menekan saat terjadi pengereman mendadak.
-
Hindari perjalanan jarak jauh
Menyetir dalam waktu lama bisa memicu kelelahan dan risiko duduk terlalu lama. Disarankan hanya berkendara untuk jarak dekat dan, jika memungkinkan, ditemani. Jangan lupa melakukan peregangan ringan saat berhenti, membawa air minum agar tidak dehidrasi, serta menggunakan pakaian dan sepatu yang nyaman.
-
Gunakan postur menyetir yang ergonomis
Pastikan sandaran kursi tidak terlalu tegak atau terlalu rebah. Jarak tubuh dengan setir minimal sekitar 25 sentimeter. Atur posisi setir sejajar dengan dada, bukan mengarah ke perut, untuk meminimalkan risiko jika terjadi benturan.
Meski ibu hamil masih diperbolehkan menyetir, pendampingan tetap disarankan, terutama saat usia kehamilan semakin besar. Keselamatan ibu dan janin harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap perjalanan.
Kebutuhan aktivitas memang tidak selalu bisa ditunda, tetapi langkah pencegahan tetap wajib diutamakan. Dengan persiapan yang tepat dan kesadaran akan batas kemampuan tubuh, ibu hamil tetap bisa berkendara dengan lebih aman dan nyaman.