Tips Menjaga Kebugaran Saat Ramadhan, Simak Rahasia Tetap Fit Dan Anti Loyo Selama Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat Meskipun Sedang Olahraga

Genvoice.id | 01 Mar 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Memasuki bulan suci Ramadhan di tahun 2026 ini, banyak dari kita yang merasa dilema antara ingin tetap produktif berolahraga atau takut pingsan karena kehabisan tenaga di tengah hari. Menjalankan ibadah puasa bukan berarti kamu harus rebahan seharian tanpa gerak sama sekali, lho.

Justru, dengan pengaturan diet dan aktivitas fisik yang pas, tubuh kamu bakal terasa jauh lebih segar dan nggak gampang ngantuk saat beraktivitas. Hebohnya lagi, banyak orang salah kaprah dengan memaksakan latihan berat yang malah bikin dehidrasi parah.

Padahal, kuncinya ada pada penyesuaian rutinitas yang fokus pada maintenance tubuh, bukan malah nge-push sampai limit maksimal. Pakar kebugaran dari Virgin Active, Gok Yesodharan, membagikan rahasia gimana caranya supaya kamu tetap bisa aktif tanpa harus merasa tersiksa.

Strategi ini penting banget buat dipahami biar kamu nggak cuma sekadar bertahan hidup menahan lapar, tapi benar-benar punya energi yang stabil dari sahur sampai waktu berbuka tiba. Kalau kamu pengen punya badan yang tetap kencang dan mood yang terjaga selama sebulan penuh, mengikuti panduan yang tepat adalah jalan ninja yang wajib kamu ambil, nih Gen.

Gok Yesodharan menekankan bahwa selama bulan puasa, tujuan utama olahraga adalah untuk mempertahankan kondisi fisik yang sudah ada, bukan untuk meningkatkan massa otot atau memecahkan rekor angkatan beban. Aktivitas yang paling disarankan adalah latihan beban dengan intensitas ringan hingga sedang. Kamu juga bisa melakukan kardio santai seperti jalan cepat atau latihan mobilitas supaya sendi nggak kaku tanpa harus bikin sistem saraf pusat stres berat.

Trik Jam Olahraga Dan Rahasia Hidrasi Anti Lemas

Salah satu pertanyaan paling populer adalah kapan waktu terbaik buat keringatan? Gok merekomendasikan waktu sekitar 90 menit sebelum adzan maghrib. Dengan jadwal ini, tubuh kamu bisa langsung dapet asupan nutrisi dan air begitu latihan selesai. Pilihan lainnya adalah satu sampai dua jam setelah berbuka atau justru sebelum sahur bagi kamu yang tipe morning person.

Sangat penting untuk menghindari latihan High-Intensity Interval Training (HIIT) atau gerakan melompat yang berat. "Jenis latihan ini terlalu membebani sistem saraf pusat dan menyebabkan kehilangan cairan berlebihan melalui keringat," kata Gok. Selain itu, kamu sangat dilarang masuk sauna saat sedang berpuasa karena risiko dehidrasi berat yang bisa membahayakan nyawa.

Urusan makanan juga nggak boleh asal kenyang. Saat berbuka, utamakan karbohidrat yang cepat diserap seperti kurma, lalu lanjut ke protein berkualitas kayak ayam panggang dan karbohidrat kompleks seperti ubi jalar. Pas sahur, fokuslah pada makanan yang energinya awet lama, contohnya oatmeal pakai kacang-kacangan dan yogurt. Protein harus selalu ada di meja makan saat sahur dan buka untuk "mengingatkan" tubuh agar tidak memecah jaringan otot kamu.

Terkait minum, jangan cuma minum air putih dalam jumlah banyak sekaligus saat sahur karena nanti bakal cepat terbuang lewat urine. "Ini membantu hidrasi sel dan mencegah efek flush (air cepat terbuang). Sebisa mungkin hindari kafein karena bersifat diuretik dan dapat membuat Anda lebih cepat dehidrasi di siang hari," ujar Gok. Ia menyarankan menambahkan sedikit garam laut atau tablet elektrolit ke air minum kamu agar penyerapan air ke sel tubuh lebih maksimal.

Terakhir, jangan lupakan kesehatan mental dan waktu istirahat. Karena pola tidur Ramadhan biasanya terpecah, usahakan buat tidur siang singkat sekitar 20-30 menit untuk nge-charge fungsi otak. Dan yang paling utama, selalu dengarkan sinyal tubuh. Kalau sudah merasa pusing berat, jantung berdebar nggak karuan, atau keringat dingin, segera hentikan aktivitas olahraga kamu.