Burj Al Arab Rusak Dihantam Drone Iran, Bandara Ikut Terdampak
JAKARTA, GENVOICE.ID - Hotel ikonik di Dubai, Uni Emirat Arab, Burj Al Arab, dilaporkan mengalami kerusakan setelah dihantam puing drone dalam rangkaian serangan balasan Iran.
Insiden ini terjadi di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin memanas.
Serangan rudal Iran sepanjang malam waktu setempat awalnya disebut menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat, menyusul aksi militer Washington bersama Israel terhadap Teheran. Namun setelah kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, sasaran serangan meluas ke berbagai titik strategis, termasuk kawasan sipil dan infrastruktur penting.
Menurut laporan Reuters pada Minggu (1/3/2026), empat orang dilaporkan terluka akibat insiden di Bandara Internasional Dubai. Sebuah ruang tunggu di bandara tersebut mengalami kerusakan ringan, namun otoritas setempat menyatakan situasi berhasil dikendalikan dengan cepat.
Sementara itu, kerusakan di Burj Al Arab terjadi setelah sebuah drone berhasil dicegat sistem pertahanan udara. Meski demikian, puing-puingnya memicu kebakaran kecil di bagian fasad luar hotel berbentuk layar yang berdiri di pulau buatan lepas Pantai Jumeirah itu. Api dilaporkan segera dipadamkan dan tidak ada korban jiwa dari insiden tersebut.
Dubai selama ini dikenal sebagai pusat pariwisata dan perdagangan terbesar di Timur Tengah. Bandara Internasional Dubai juga termasuk salah satu pusat perjalanan tersibuk di dunia, menjadi penghubung utama rute timur-barat.
Tak hanya di Dubai, otoritas Abu Dhabi Airports sempat mengumumkan insiden di Bandara Internasional Zayed yang menyebabkan satu warga negara Asia meninggal dunia dan tujuh orang terluka. Pernyataan tersebut kemudian dihapus dari platform X.
Di lokasi lain, salah satu dermaga di Pelabuhan Jebel Ali juga dilaporkan terbakar akibat puing pencegatan udara. Kebakaran berhasil dikendalikan oleh tim darurat.
Iran disebut menembakkan rudal ke Abu Dhabi, Dubai, dan Doha, yang merupakan gerbang utama penerbangan internasional kawasan tersebut. Dampaknya langsung terasa pada sektor aviasi. Sejumlah maskapai menangguhkan penerbangan ke dan dari Dubai serta Abu Dhabi. Peta pelacakan penerbangan menunjukkan wilayah udara di sebagian besar Timur Tengah nyaris kosong pada Sabtu.
Situasi ini menandai eskalasi serius yang tak hanya berdampak pada militer dan politik, tetapi juga sektor pariwisata, perdagangan, serta transportasi global. Dunia kini menanti perkembangan lanjutan dari konflik yang berpotensi meluas tersebut.