70 Ribu Pasukan Yahudi Dikaitkan dengan Hadis Dajjal, Perang AS-Israel vs Iran Jadi Perbincangan di X
JAKARTA, GENVOICE.ID - Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu gelombang diskusi luas di media sosial. Bukan hanya soal eskalasi militer, publik juga ramai mengaitkan konflik tersebut dengan hadis tentang kemunculan Dajjal, khususnya terkait angka 70 ribu.
Perbincangan itu mencuat setelah laporan media Israel menyebut militer negara tersebut memanggil sekitar 70.000 personel cadangan untuk menghadapi situasi keamanan yang memanas. Sebagian besar pasukan yang dipanggil disebut berasal dari unit pertahanan udara serta pengamanan dalam negeri.
Angka 70 ribu inilah yang kemudian dikaitkan warganet dengan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa Dajjal akan diikuti oleh 70 ribu Yahudi dari Isfahan yang mengenakan selendang Persia. Hadis itu kembali beredar luas dan diperdebatkan di berbagai platform.
Di platform X, sejumlah akun mengunggah tangkapan layar berita dan menghubungkannya dengan narasi akhir zaman. Salah satu unggahan mempertanyakan kesamaan angka tersebut dan memunculkan spekulasi soal teori konspirasi.
Namun, tidak sedikit pula warganet yang mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Beberapa komentar menegaskan bahwa angka dalam hadis memiliki konteks khusus dan tidak serta-merta bisa disamakan dengan angka yang muncul dalam peristiwa politik atau militer kontemporer.
Di tengah ramainya perdebatan, situasi geopolitik memang sedang tegang. Media Israel melaporkan pemanggilan puluhan ribu pasukan cadangan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan serangan balasan dari pihak Iran atau sekutunya. Militer Israel menyatakan siap menghadapi berbagai skenario, termasuk perlindungan perbatasan.
Sementara itu, media pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei tewas dalam serangan yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Kabar tersebut semakin memperkeruh situasi dan meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana isu geopolitik global dengan cepat bersinggungan dengan narasi keagamaan di ruang digital. Di tengah derasnya arus informasi, sejumlah pengguna media sosial mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan menyikapi kabar yang beredar dengan bijak serta tidak mudah terjebak pada spekulasi yang belum terverifikasi.