Real Madrid Gagal di Liga Champions, Alvaro Arbeloa Tetap Pede Fans Bernabeu Bakal Setia

Genvoice.id | 01 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kondisi raksasa Spanyol, Real Madrid, bener-bener lagi diuji banget nih, Gen. Setelah harus menelan pil pahit gara-gara hasil memalukan di panggung tertinggi Eropa, skuad Los Blancos kini harus balik lagi fokus ke kompetisi domestik dengan mental yang agak terguncang. Kekalahan menyesakkan di tengah pekan kemarin nggak cuma bikin posisi mereka melorot di klasemen fase liga Champions, tapi juga bikin fans mulai bertanya-tanya soal konsistensi tim. Atmosfer di Stadion Santiago Bernabeu yang biasanya angker buat lawan, belakangan ini malah jadi mencekam buat pemain sendiri karena para pendukung sempat ngasih reaksi keras berupa siulan dan protes akibat performa yang naik turun nggak jelas.

Meskipun lagi di bawah tekanan hebat, sang pelatih, Alvaro Arbeloa, milih buat tetap santai dan nggak mau panik berlebihan. Menjelang laga lanjutan La Liga akhir pekan ini, Arbeloa punya keyakinan kuat kalau para pendukung setia Madrid nggak bakal ninggalin tim di masa sulit kayak sekarang. Dia sadar banget kalau buat bangkit dari keterpurukan, Madrid butuh banget koneksi yang kuat antara pemain di lapangan sama suporter di tribun. Baginya, sekarang bukan waktunya buat saling nyalahin, tapi momen buat bersatu biar tim bisa balik lagi ke jalur kemenangan.

Keyakinan Arbeloa di Tengah Badai Kritik

Arbeloa secara tegas bilang kalau dia nggak takut dapet sambutan dingin dari para Madridista saat tim kembali merumput di kandang. Dia justru berharap banget dukungan penuh dari tribun bisa jadi bahan bakar buat para pemainnya yang lagi krisis kepercayaan diri setelah dihajar di kompetisi Eropa. Arbeloa ngerasa dukungan publik Bernabeu itu krusial banget buat kelanjutan musim mereka.

"Tidak, saya berharap Bernabeu akan bersama tim," kata Arbeloa dalam konferensi pers pada Sabtu, saat ditanya soal kemungkinan fans bakal marah. Menurutnya, kekuatan asli Real Madrid itu muncul pas tim dan suporter jalan bareng. "Kami tahu kami membutuhkan para fans. Saya selalu meminta dukungan mereka, karena bersama-sama kami lebih kuat. Tujuan kami adalah menang pada hari Minggu dan terus berjuang di liga," lanjut Arbeloa. Dia pengen fokus ke target paling deket, yaitu ngamanin poin penuh di liga biar peluang juara tetep terjaga.

Drama Kekalahan Menit Akhir dari Benfica

Kalo Gen ingat, Madrid baru aja ngerasain momen paling nyesek pas kalah 4-2 lawan Benfica hari Rabu lalu. Skornya emang keliatan jauh, tapi yang bikin sakit hati adalah gol penentu kemenangan lawan itu baru tercipta di menit ke-98! Gara-gara kekalahan ini, Madrid harus puas turun ke posisi kesembilan di klasemen Liga Champions dan terpaksa lewat jalur playoff lagi di bulan Februari buat dapet tiket babak 16 besar.

Hasil ini kontras banget sama performa mereka di liga yang sebenernya lagi lumayan oke. Sebelum kepleset di Eropa, Madrid di bawah tangan Arbeloa sempet menang dua kali beruntun lawan Levante sama Villarreal. Tapi emang konsistensi masih jadi musuh utama mereka musim ini. Bahkan pemain sekelas Jude Bellingham sampe bilang kalau penampilan tim kemarin itu "mengerikan". Kylian Mbappe juga nggak mau kalah kasih komentar pedas. Menurut dia, masalahnya bukan di taktik, tapi di niat. "Ini bukan soal kualitas atau taktik, tetapi soal keinginan," kata Mbappe soal kekalahan itu.

Arbeloa Siap Pasang Badan Buat Pemain Bintang

Walaupun beberapa pemain top kayak Vinicius Junior sama Bellingham sempet dapet sorakan "huuu" dari fans pas lawan Levante, Arbeloa tetep pasang badan. Dia nggak mau dengerin perdebatan netizen atau kritik luar yang minta pemain bintangnya diparkir. Buat dia, pemain-pemain ini punya magic yang bisa ngerubah hasil pertandingan kapan aja.

Arbeloa juga ngakuin kalau dia masih belajar dan pasti bakal ngelakuin kesalahan. "Kami sedang berusaha menemukan konsistensi yang kami butuhkan," ujar Arbeloa. Baginya, nyesel kelamaan itu nggak ada gunanya. "Ini bukan waktunya untuk kecewa atau euforia. Ini waktunya bekerja, itu saja. Penyesalan adalah jalan buntu. Ketika sesuatu tidak berjalan baik, Anda harus berkembang. Itu jalan saya sebagai pelatih. Tentu saja, saya akan membuat banyak kesalahan."

Sekarang, fokus Madrid cuma satu: nempel ketat Barcelona di puncak klasemen. Dengan selisih cuma satu poin, kemenangan lawan Rayo Vallecano nanti jadi harga mati kalau mau tetep jadi penantang gelar juara.

Gimana pendapat kamu, Gen? Kira-kira Madrid bisa bangkit atau malah makin terpuruk di tangan Arbeloa? Mau aku update hasil pertandingan mereka lawan Rayo Vallecano nanti?