Kenali Apa Itu Asam Nitrat dan Seberapa Bahaya Bagi Manusia

Genvoice.id | 01 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Baru-baru ini, warga Cilegon, Banten tengah dibuat geger setelah beredarnya video yang menunjukkan sejumlah zat kimia berbahaya berwarna kuning menyelimuti pemukiman warga.

Dalam video yang beredar, terlihat gumpalan zat tersebut sudah seperti awan halus yang mengintai jalanan dan berada dekat dengan permukiman warga. Dilansir dari beberapa media yang sudah beredar, diduga zat tersebut dikeluarkan dari pabrik bernama PT Vopak Indonesia.

Lalu, apakah zat kuning tersebut berbahaya jika dihirup oleh manusia? Jawabannya iya, Gen!

Mari kita kenalan dulu sama asam nitrat. Asam nitrat adalah cairan korosif yang umum digunakan pada industri rumah tangga. Cairan ini juga sering digunakan untuk menghilangkan kerak serta melarutkan logam mulia. Selain itu, zat kimia ini juga seringkali digunakan dalam industri kimia, terutama dalam pembuatan pupuk dan bahan peledak.

Oleh karena itu, penggunaan dari zat ini sangatlah ketat dan harus diawasi, sebab resiko jika terpapar efek dari senyawa ini sangatlah berbahaya, khususnya bagi manusia. Jika terpapar kulit, sangatlah mungkin untuk membakar lapisan kulit manusia, dan harus disiram oleh air mengalir, bukan menggunakan minyak atau odol. Pasalnya, cairan ini sendiri memiliki titik beku 42 derajat Celsius dan titik didih 83 derajat Celsius.

Sebelum menggunakan ini, para ahli biasanya memakai perlengkapan yang dapat melindungi kulit, seperti masker, sarung tangan, hingga kacamata.

Lalu apa yang terjadi jika manusia menghirup senyawa ini?

Kalau kalian tidak sengaja terkena zat ini, kalian pasti mengalami yang namanya iritasi mata. Lalu, kalau zat ini sudah terhirup masuk ke dalam tubuh, maka zat tersebut akan mengikat hemoglobin, yang membuat kalian akan susah untuk bernafas. Ini sama seperti warga Cilegon yang terpapar zat tersebut.

Jika hal tersebut tidak mendapat pertolongan, maka resiko kematian sel dalam tubuh manusia akan lebih meningkat lagi. Selain yang sudah disebutkan, beberapa penyakit yang disebabkan oleh zat tersebut antara lain adalah edema paru, pneumonia, dan bronkitis.