Jadi Salah Satu Titik Bencana, Puncak Genting Gayo Lues Menyimpan Harapan Baru Wisata Alam
JAKARTA, GENVOICE.ID - Puncak Genting dengan hamparan perbukitan yang menyejukkan kembali dilirik sebagai potensi wisata alam di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, setelah wilayah tersebut dilanda banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025.
Meski sempat terpuruk akibat bencana, kawasan ini masih menyimpan harapan bagi kebangkitan pariwisata lokal.
Pemilik Genting AMD, Asmaini, mengatakan lokasi Puncak Genting memiliki daya tarik besar karena jaraknya yang relatif dekat dari Blangkejeren, ibu kota Kabupaten Gayo Lues, yakni sekitar 16 kilometer. Menurutnya, secara alam dan minat pengunjung, tempat ini memiliki peluang besar untuk berkembang.
"Kalau menurut saya, potensi wisatanya di sini besar karena peminatnya juga besar. Cuma di tempat saya ini belum ada fasilitas yang dibantu oleh pemda," ujar Asmaini saat ditemui di Puncak Genting, Minggu.
Bersama keluarganya, Asmaini merintis kawasan wisata ini dengan menyediakan sejumlah wahana sederhana, mulai dari spot foto berlatar perbukitan hingga pondok-pondok kecil untuk beristirahat sambil menikmati makanan dan minuman. Ke depan, ia juga berencana mengembangkan pondok wisata atau homestay untuk menambah daya tarik bagi wisatawan.
Sebelum bencana hidrometeorologi melanda wilayah tersebut, jumlah pengunjung Puncak Genting terbilang cukup ramai. Pada akhir pekan dan hari libur nasional, wisatawan yang datang bisa mencapai sekitar 200 orang, dengan rata-rata omzet sekitar Rp5 juta per pekan.
Namun, kondisi itu berubah drastis setelah bencana. Asmaini mengaku hampir tidak ada lagi wisatawan yang datang. "Enggak bisa dibilang lagi, memang sama sekali enggak ada. Kami pun datang ke sini hanya untuk menenangkan hati, daripada di rumah enggak ngapa-ngapain," tuturnya.
Meski sepi pengunjung, Asmaini tetap membuka Puncak Genting. Bahkan, pada masa awal pascabencana, ia menyediakan kopi gratis bagi para relawan yang melintas atau singgah. "Biar ada orang mampir. Orang capek, yang enggak ada dana, bisa ngopi gratis di sini," katanya.
Melihat potensi yang masih dimiliki kawasan tersebut, Asmaini berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Gayo Lues dapat memberikan perhatian lebih, khususnya melalui pelatihan pengelolaan wisata, pendampingan pengembangan usaha, serta kerja sama konkret dalam membangun fasilitas pendukung.
"Kalau pariwisata ini benar-benar kita buka dan kita kelola dengan baik, misalnya dibuat kolam renang atau fasilitas yang lebih bagus, lalu kerja sama dengan pemda, PAD-nya bisa sampai puluhan juta," ujarnya penuh harap.