Bak Detektif CIA! Rosé BLACKPINK Pernah Menyamar Jadi Nenek demi Pacaran Aman dari Paparazzi
JAKARTA, GENVOICE.ID - Sudah tak asing lagi bagi seorang idol K-Pop tentang urusan asmara yang kerap menjadi wilayah paling sensitif.
Selain karena fansnya yang sering menimbulkan masalah, seringkali nilai privasi juga turut jadi pertimbangan. Salah langkah sedikit saja, hubungan pribadi bisa berubah menjadi skandal besar yang berdampak pada karier. Karena itu, banyak idol memilih menyembunyikan kehidupan cintanya serapat mungkin, termasuk Rosé BLACKPINK.
Dalam podcast Call Her Daddy bersama Alex Cooper, Rosé akhirnya berbagi cerita tentang sisi personal hidupnya, termasuk pengalaman menjalin hubungan asmara di tengah sorotan publik. Rosé mengaku, menjaga privasi adalah pilihannya demi melindungi orang yang ia cintai dari serangan publik yang kerap tak terkontrol.
Menurut Rosé, melihat orang terdekatnya diserang opini publik justru terasa lebih menyakitkan dibanding menerima serangan itu sendiri. Itulah alasan ia selalu berhati-hati dan belum merasa aman untuk terbuka soal hubungan asmara. Budaya paparazzi di Korea Selatan yang agresif membuat kehidupan pribadi selebritas nyaris tak memiliki ruang aman. Media lokal kerap berlomba membongkar kisah cinta para idol, yang tak jarang berujung pada kekecewaan hingga kemarahan penggemar.
Tekanan itu membuat Rosé pernah melakukan hal ekstrem demi bisa berkencan dengan tenang. Ia bercerita bahwa pada suatu masa, ia begitu paranoid hingga memutuskan menyamar sebagai nenek-nenek setiap kali mengunjungi kekasihnya. Rosé bahkan membeli wig hitam keriting pendek dari e-commerce dan mempelajari cara berpakaian para lansia yang biasa ditemui di jalanan Korea.
Ia mengamati detail demi detail, mulai dari model rok, sepatu, hingga tas yang biasa digunakan nenek-nenek, lalu menirunya sepenuhnya. Tak hanya soal pakaian, Rosé juga meniru cara berjalan agar penyamarannya tampak meyakinkan. Semua itu dilakukan demi satu tujuan: tidak tertangkap kamera paparazzi.
Penyamaran tersebut berlangsung cukup lama, sekitar enam bulan. Rosé mengaku sampai memiliki area khusus di rumahnya yang berisi "koleksi" baju nenek-nenek. Menariknya, sang kekasih kala itu juga sempat ikut menyamar sebagai kakek-kakek, meski tidak sedetail Rosé yang harus mengenakan wig.
Namun setelah hubungan tersebut berakhir, Rosé berhenti melakukan penyamaran ekstrem itu. Pada hubungan-hubungan berikutnya, ia memilih cara yang lebih sederhana untuk menjaga privasi. Kini, perempuan kelahiran 11 Februari 1997 itu mengaku masih mencari cinta, meski menyadari bahwa prosesnya tidak mudah.
Rosé merasa lebih nyaman menjalin hubungan dengan seseorang dari industri yang sama. Menurutnya, perbedaan pengalaman hidup sering membuatnya sulit sefrekuensi dengan orang di luar dunia hiburan. Ia merasa tumbuh dengan pengalaman yang sangat berbeda, menghabiskan masa muda sebagai trainee dan idol, sementara kebanyakan orang menjalani kehidupan sekolah, kuliah, dan pekerjaan yang lebih umum.
Cerita Rosé ini membuka sisi lain kehidupan idol K-Pop yang jarang terlihat. Di balik gemerlap panggung dan popularitas global, ada perjuangan menjaga ruang personal, bahkan untuk sekadar jatuh cinta dengan aman.