Skandal Video 23 Detik Pejabat Batam Viral: Benaran Rekayasa AI atau Sengaja Disebar? Simak Faktanya!

Genvoice.id | 01 Jan 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Di penghujung tahun 2025 ini, warga Batam lagi dihebohkan dengan skandal video panas yang menyeret salah satu pejabat penting.

Kali ini, nama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau, jadi pusat perhatian gara-gara video berdurasi 23 detik yang tidak pantas.

Dunia digital memang mengerikan ya, Gen. Yuk, kita bedah faktanya agar kamu tidak ketinggalan info di bawah ini!

  1. Video Call 23 Detik yang Bikin Heboh

Semua bermula saat potongan video video call (VC) seorang pria dengan wanita tersebar luas.

Di video itu, si pria dituduh melakukan gestur tidak sopan sembari menunjukkan bagian tubuh sensitifnya.

Netizen langsung gerak cepat nge-tag akun-akun pejabat karena wajah si pria dianggap mirip banget dengan Gustian Riau, Gen.

  1. Pembelaan: Itu Cuma Rekayasa AI!

Tidak tinggal diam, Gustian Riau langsung angkat bicara. Beliau membantah keras kalau pria di video itu adalah dirinya.

Menurutnya, itu semua adalah hasil manipulasi teknologi Artificial Intelligence (AI) yang sengaja dibuat oknum untuk menjatuhkan reputasinya. Beliau merasa foto-foto di media sosialnya dicuri buat dipalsukan pakai AI.

  1. Modus Pemerasan di Balik Layar?

Bukan cuma soal nama baik, Gustian juga nge-spill kalau ini sebenarnya modus pemerasan lama yang sering dialaminya.

Foto pribadinya dimanipulasi jadi konten asusila demi minta uang. Wah, peringatan keras nih buat kita semua untuk lebih aware dengan privasi di medsos, Gen!

  1. Pemko Batam Mulai Sidang Internal

Meskipun ada pembelaan soal AI, Pemerintah Kota Batam tidak mau kecolongan. Kadiskominfo Batam, Rudi Panjaitan, mengonfirmasi kalau Gustian Riau tetap diproses secara kepegawaian sesuai UU No. 20 Tahun 2023 tentang Disiplin PNS.

Pemko Batam mau semuanya objektif dan tetap pakai asas praduga tak bersalah sampai ada bukti yang sah.

Kasus ini jadi pengingat kalau teknologi AI itu seperti pisau bermata dua. Di satu sisi membantu, di sisi lain bisa dipakai buat deepfake yang merugikan orang lain.

Tetap hati-hati kalau posting foto di medsos ya, Gen. Jangan sampai data pribadi kita disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Gimana menurut kamu, Gen? Kamu tim yang percaya ini murni rekayasa AI untuk pemerasan, atau merasa ada yang janggal? Yuk, diskusi di kolom komentar!