Kaget! Mayoritas Mobil Listrik Bekas Masih Punya Daya Baterai Hampir Seperti Baru

Genvoice.id | 01 Jan 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Sebuah studi terbaru dari perusahaan broker mobil bekas asal Swedia, Kvdbil, memberikan kabar baik bagi para pengguna dan calon pembeli mobil listrik.

Hasil riset mereka menunjukkan bahwa sebagian besar baterai pada mobil listrik bekas masih sangat sehat, bahkan setelah bertahun-tahun digunakan.

Dilansir dari TechRadar, Kvdbil menganalisis 1.366 mobil bekas, terdiri dari 723 mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle / BEV) dan 643 mobil Plug-in Hybrid (PHEV). Hasilnya, delapan dari sepuluh kendaraan memiliki kesehatan baterai atau State of Health (SoH) di atas 90 persen dari kapasitas aslinya.

Menariknya, Kia EV6 tercatat sebagai model dengan tingkat degradasi baterai paling rendah di antara semua kendaraan yang diuji. Secara umum, Kia EV6 dan Kia Niro EV menjadi BEV dengan kondisi baterai terbaik, sementara Kia Sportage dan Kia Optima menempati posisi teratas di kategori PHEV.

Namun, Manajer Pengujian Kvdbil, Martin Reinholdsson, menekankan bahwa kondisi baterai tidak semata-mata ditentukan oleh merek atau model kendaraan.

"Ini sebenarnya tidak terlalu berhubungan dengan merek atau jenis mobil tertentu. Ini lebih tentang keausan," ujarnya.

Menurut Reinholdsson, faktor seperti usia kendaraan, iklim, cara mengemudi, dan kebiasaan pengisian daya memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan baterai.

Pengendara yang sering menggunakan pengisian cepat atau membiarkan daya baterai turun terlalu rendah, misalnya, cenderung mengalami degradasi lebih cepat.

Temuan Kvdbil juga sejalan dengan studi dari perusahaan riset asal Inggris, Arval, yang menganalisis 8.300 sertifikat kesehatan baterai mobil listrik. Penelitian itu menemukan bahwa rata-rata kondisi baterai masih berada di angka 93 persen, bahkan setelah menempuh jarak hingga 200.000 kilometer (sekitar 124.000 mil).

Dari berbagai hasil penelitian tersebut, kekhawatiran bahwa baterai mobil listrik akan cepat menurun tampaknya bisa ditepis. Para ahli tetap menyarankan pengguna untuk menjaga kebiasaan pengisian daya dengan benar, seperti tidak terlalu sering menggunakan pengisian super cepat, tidak membiarkan daya turun di bawah 10 persen, dan membatasi pengisian harian hingga 80 persen agar umur baterai tetap panjang.